Sang pencerita
juga turut merasakan derita yang sama, kadang kala suka, kadang kala sedih. Ada kala
sang pencerita ditemani sang pujangga melepaskan rasa rindu, menghilangkan
kekalutan di jiwa. Tetapi salahkah aku mendampingi mu di kala sang pujangga
kehilangan, apakah yang patut sang pencerita lakukan, duduk diam melihat
penderitaan mu, tidak berkongsi kepedihan mu, mungkin sang pencerita belum
menyelami sepenuh jiwa sang pujangga, tetapi sekali hati terpaut selama lamanya akan kekal terpaut, bersamu janji ku…sesekali terasa juga ingin berputus asa,
penat mngejar mu, tetapi keyakinan ku terhadap kekuasaanMu menemukan diri ku
kepadanya, ku yakin kekal hendaknya….


No comments:
Post a Comment