Masih mencari nur, sang pencerita terkapai – kapai mencari yang benar. Saat nur ditemui, seaakan – akan bukan miliknya, adakah ia satu hukuman dari MU Ya ALLAH atas dosa – dosa yang lalu, sekuat mana sang pencerita bertahan ia tetap menduga, sekukuh mana sang pencerita berdiri angin tetap menggoncang kuat. Kaki yang disangka kuat berdiri rebah mencium bumi, langit yang terang mendampingi semakin gelap menghiasi. Oh ALLAH jangan la menduga sang pencerita ini sekuat – kuatnya, karena sang pencerita tidak mampu menanganinya. Tatkala ada sinar pasti ada kegelapan. Adakah sang pencerita ini masih belum layak menerima nur dariMu, adkah sang pencerita hanya mampu melihatnya dari jauh, adakah hari itu akan tiba satu hari nanti? Kegelapan diterangi oleh sinar nur yang terang.
Rasulullah صلیﷲ علیﻪ و سلم bersabda yang bermaksud :
“ Allah pasti akan menguji salah seorang daripada kamu dengan sesuatu kesusahan, seperti halnya salah seorang dari kamu menguji emasnya dengan api. Sebahagian dari mereka ada yang berjaya keluar dari cubaan Allah seperti emas murni dan sebahagian yang lain. Ada yang keluar seperti emas yang hitam”. (Riwayat Tabrani)
Berasa diri berdosa adalah sifat terpuji. Sebab itu bagi orang yang sudah banyak melakukan dosa atau lalai daripada mengingati Allah, maka Allah datangkan ujian kesusahan kepadanya.



No comments:
Post a Comment